LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN AGROBISNIS - RUMAH POTONG AYAM

LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN AGROBISNIS – RUMAH POTONG AYAM

Halo gan, kali ini kita akan membagikan contoh laporan praktikum manajemen agribisnis untuk jurusan peternakan. semoga bermanfaat dan simak terus ya.


LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN AGROBISNIS
PERUSAHAAN RUMAH POTONG AYAM (RPA) DIKA ARINDA

Disusun oleh:
Kelompok XLIV

LABORATORIUM AGROBISNIS
BAGIAN SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA


BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Menurut Downey (1992), pada hakekatnya agribisnis adalah suatu kegiatan usaha yang berkaitan dengan sektor agribisnis mencakup perusahaan yang pemasok input agribisnis dan jasa pengangkutan serta jasa keuangan. Sifat dari usaha yang berkaitan dengan agro-based industries yang berorientasi pada bisnis yaitu yang memperoleh keuntungan.

Menurut Silvana (2012), agribisnis dari cara pandang ekonomi ialah usaha penyediaan pangan. Pendekatan analisis makro memandang agribisnis sebagai unit sistem industri dan suatu komoditas tertentu, yang membentuk sektor ekonomi secara regional atau nasional. Sedangkan pendekatan analisis mikro memandang agribisnis sebagai suatu unit perusahaan yang bergerak, baik dalam salah satu subsistem agribisnis, baik hanya satu atau lebih subsistem dalam satu lini komodias atau lebih dari satu lini komoditas.

Silvana (2012) menambahkan, sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Dengan definisi ini dapat diturunkan ruang lingkup agribisnis yang mencakup semua kegiatan pertanian yang dimulai dengan pengadaan penyaluran sarana produksi (the manufacture and distribution of farm supplies), produksi usaha tani (Production on the farm) dan pemasaran (marketing) produk usaha tani ataupun olahannya. Ketiga kegiatan ini mempunyai hubungan yang erat, sehingga gangguan pada salah satu kegiatan akan berpengaruh terhadap kelancaran seluruh kegiatan dalam bisnis. Karenanya agribisnis digambarkan sebagai satu sistem yang terdiri dari tiga subsistem, serta tambahan satu subsistem lembaga penunjang. Secara konsepsional sistem agribisnis dapat diartikan sebagai semua aktifitas, mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi (input) sampai dengan pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh usaha tani serta agroindustri, yang saling terkait satu sama lain.

Menurut Firdaus (2008), sistem agribisnis merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai subsistem yaitu subsistem agribisnis/agroindustri hulu, subsistem budidaya / usahatani, subsistem agribisnis/agroindustri hilir meliputi pengolahan dan pemasaran (tata niaga) produk pertanian dan olahannya, subsistem jasa layanan pendukung agribisnis (kelembagaan).

Subsistem agribisnis/agroindustri hulu meliputi pengadaan sarana produksi pertanian. Sarana produksi pertanian antara lain terdiri dari benih, bibit, makanan ternak, pupuk , obat pemberantas hama dan penyakit dll. Industri yang meyediakan sarana produksi pertanian disebut juga sebagai agroindustri hulu (upstream).

Subsistem budidaya / usahatan melipiti usaha tani menghasilkan produk pertanian berupa bahan pangan, hasil perkebunan, buah-buahan, bunga dan tanaman hias, hasil ternak, hewan dan ikan. Pelaku kegiatan dalam subsistem ini adalah produsen yang terdiri dari petani, peternak, pengusaha tambak, pengusaha tanaman hias dan lain-lain.

Subsistem agribisnis/agroindustri hilir meliputi pengolahan dan pemasaran (Tata niaga) produk pertanian dan olahannya. Subsistem ini terdapat rangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan produk usaha tani, pengolahan, penyimpanan dan distribusi. Sebagian dari produk yang dihasilkan dari usaha tani didistribusikan langsung ke konsumen di dalam atau di luar negeri. Sebagian lainnya mengalami proses pengolahan lebih dahulu kemudian didistribusikan ke konsumen. Pelaku kegiatan dalam subsistem ini ialah pengumpul produk, pengolah, pedagang, penyalur ke konsumen, pengalengan dan lain-lain. Industri yang mengolah produk usahatani disebut agroindustri hilir (downstream). Peranannya amat penting bila ditempatkan di pedesaan karena dapat menjadi motor penggerak roda perekonomian di pedesaan, dengan cara menyerap/mencipakan lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Subsistem jasa layanan pendukung agribisnis (kelembagaan). Subsistem jasa layanan pendukung agribisnis (kelembagaan) atau supporting institution adalah semua jenis kegiatan yang berfungsi untuk mendukung dan melayani serta mengembangkan kegiatan sub-sistem hulu, sub-sistem usaha tani, dan sub-sistem hilir.

Menurut departemen pertanian (2001) ada lima bidang yang merupakan ruang lingkup agribisnis meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Pertanian dalam arti luas adalah proses menghasilkan bahan pangan, ternak, serta produk-produk agroindustri dengan cara memanfaatkan sumber daya tumbuhan dan hewan. Perkebunan merupakan usaha tani di lahan kering yang ditanami dengan tanaman industri yang laku di pasar, seperti : karet, kelapa sawit, tebu, cengkeh , dan lain-lain. Peternakan merupakan usaha tani yang dilakukan dengan membudidayakan ternak. Usaha ternak meliputi peternakan unggas, ternak kecil (kambing,domba,kelinci,babi dan lain-lain), ternak besar (kerbau,sapi dan kuda). Perikanan adalah kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan yang tidak dibatasi secara tegas dan pada umumnya mencakup ikan, amfibi dan berbagai avertebrata, penghuni perairan dan wilayah yang berdekatan, serta lingkungannya. Kehutanan ialah segala kegiatan pertanian yang dilakukan untuk mempoduksi atau memanfaatkan hasil hutan, baik yang tumbuh atau hidup secara alami maupun yang telah dibudidayakan.

Tujuan Praktikum Lapangan

Mahasiswa dapat melihat langsung kegiatan usaha peternakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan, mengetahui keadaan umum perusahaan, serata manajemen agribisnis pada perusahaan.

Metode

Pengumpulan data yang dilakukan saat praktikum yaitu dengan metode wawancara langsung menggunakan kuesioner kepada pihak perusahaan yang telah direkomendasi oleh tim asisten Laboratorium Agrobisnis Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada mengenai sejarah dan organisasi perusahaan, manajemen produksi, manajemen keuangan, dan manajemen perusahaan.


BAB II KEADAAN UMUM PERUSAHAAN

Sejarah Perusahaan

Perusahaan Rumah Potong Ayam berdiri pada tahun 1996 dengan jenis perusahaan awal adalah peternakan ayam broiler dan pemotongan ayam. Pertimbangan pemilik memilih mendirikan sebuah peternakan broiler dan tempat pemotongan ayam yakni kesadaran akan kesempatan yang terbuka lebar dalam dunia peternakan. Sebelum menjadi rumah potong ayam yang maju, pemilik perusahaan hanya memotong ayam sebanyak 5 ekor dalam satu hari. Keuntungan yang sedikit dan cenderung merugi menyebabkan peternakan ayam broiler berganti menjadi rumah pemotongan ayam yang lebih maju. Pergantian jenis usaha menjadikan peluang untuk memotong ayam lebih banyak. Pergantian perusahaan juga didasarkan pada tingginya profit pada perusahaan bagian hilir (pedagang). Rumah Potong Ayam menjadi percontohan model RPA yang terbuka dan halal.

Keadaan Perusahaan Saat Ini

Berawal dari memotong ayam dengan jumlah 5 ekor per hari hingga menjadi Rumah Pemotongan Ayam yang maju yang menjadi sebuah awal percontohan RPA halal dan higienis memerlukan waktu yang lama dan perjuangan keras. Kini Rumah Pemotongan Ayam dapat memotong 1000 ekor ayam dalam 1 bulan. Rumah Potong Ayam tersebut juga menjadi percontohan RPA yang higienis dengan limbah yang terkendali. Perusahaan tersebut melayani pembelian dalam bentuk karkas ayam dan atau hanya pemotongan saja. Limbah padat yang ada juga dapat menambah profit perusahaan dengan menjualnya langsung. Rumah Pemotongan Ayam mulai membina kelompok peternak yang nantinya akan dikembangkan menjadi sebuah cabang dari perusahaan.

Visi dan Misi Perusahaan

Visi. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, visi dari perusahaan UD Dika Arenda adalah “Memajukan peternakan bagian hilir dengan mengedepankan Halal Methods.

Misi. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, Perusahaan UD Dika Arenda memiliki beberapa misi yaitu, percontohan Rumah Pemotongan Ayam (RPA) yang terbuka dan menggunakan Halal Methods, percontohan Rumah Pemotongan Ayam yang modern dan higienis, pelayanan baik dan harga terjangkau, dan kepuasan pelanggan menjadi kunci keberhasilan dengan mau melayani order tanpa batas minimal.

Struktur Organisasi Perusahaan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, diperoleh hasil struktur organisasi perusahaan sebagai berikut.

Bagan 1. Struktur organisasi kepengurusan

Di dalam perusahaan RPA UD Dika Arenda terdapat struktur organisasi. Hal ini dimaksudkan agar pembagian tugas kerja lebih jelas dan terfokus serta untuk meningkatkan efisiensi dalam produktifitas kerja. Perusahaan RPA UD Dika Arenda dipimpin oleh pak Mariyadi selaku kepala bagian, disamping kepala bagian terdapat kepengurusan bagian administrasi yang mengelola segala administrasi yang besangkutan sesuai tugas masing-masing, selanjutnya dibawah kepala bagian terdapat tiga bagian divisi yang secara langsung menangani permasalahan masing-masing yaitu divisi pemasaran, dan divisi pengolahan limbah. Bagian struktur kepengurusan yang terakhir yaitu para pekerja yang bekerja pada perusahaan tersebut.

Kepala Bagian. Kepala bagian menurut (Jihan, 2013), merupakan kedudukan yang paling penting di perusahaan ini, yang membawahi seluruh kedudukan. Adapun tugas dan tanggung jawabnya adalah menetapkan garis-garis kebijakan perusahaan, menetapkan tujuan perusahaan, menetapkan target dari penjualan per tahun, memiliki wewenang dalam menangani masalah keuangan, mencari dan mengatur penggunaan dana perusahaan untuk kelancaran operasi perusahaan, memimpin rapat evaluasi bulanan dan mengawasi usaha operasi perusahaan, dan berhak meminta penjelasan atas apa yang dilakukan diluar kebijakan yang telah ditetapkan dari setiap bagian yang ada dibawahnya.

Divisi Administrasi. Divisi administrasi menurut bertanggungjawab atas pengelolaan sumber daya manusia, manajemen, meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan karyawan. Administration Division ini membawahi 5 departemen yaitu Personnel Department, bertanggungjawab atas masalah kepegawaian dan peningkatan kemampuan para karyawan. Departemen ini terdiri dari 3 seksi yaitu Employee Relation Section, Human Resources Section, Training Section. Departemen yang kedua adalah Services Department, bertanggung jawab atas pengadaan fasilitas yang layak bagi karyawan dan keluarga. Departemen ini terdiri dari Community Maintenance Section, Camp & Catering Section, Housing & Recreation Section. Departement yang ketiga adalah Medical Department. Medical Department bertanggungjawab atas kesehatan bagi karyawan dan keluarganya. Departemen ini terdiri dari Medical Support Coordinator, Preventive Section, Currative Section, Oral & Dental Section. Department yang keempat adalah General Support Department, bertanggungjawab atas pelayanan sarana dan prasarana untuk keperluan karyawan, keluarga dan masyarakat. Departemen ini terdiri dari, Transportation Section (Non-Ship), Public Relation Section, Representative Section. Department yang kelima adalah Security Section yang bertanggungjawab atas keamanan di lingkungan sekitar.

Divisi Pemasaran. Hubungan antara pemasaran dengan komunikasi merupakan hubungan yang erat. Komunikasi merupakan proses penyampaian simbol-simbol yang diartikan sama antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, dan kelompok pada massa. Marketing Communication merupakan aplikasi komunikasi yang bertujuan untuk membantu kegiatan pemasaran sebuah kegiatan pemasaran sebuah perusahaan. Aplikasi itu sangat dipengaruhi oleh berbagai bentuk media yang digunakan, daya tarik pesan, dan frekuensi penyajian. Penerapan komunikasi bisnis sangat penting, khususnya dalam penyampaian pesan-pesan komunikasi yang dihadapkan pada berbagai persoalan, semisal perbedaan persepsi, perbedaan budaya, dan keterbatasan media yang digunakan. Adapun jenis media yang dapat digunakan adalah poster, banner, flyer, televisi, radio, majalah,surat kabar, dan media-media lainnya (Kennedy & Soemanagara, 2006).

Pekerja. Tugas para pekerja di perusahaan RPA UD Dika Arenda yaitu sesuai dengan perintah dari masing-masing divisi yang bersifat rolling. Setiap pekerja akan mendapat tugas dari setiap divisi kecuali dari divisi adminditrasi. Sehingga, sebagian para pekerja memiliki kemampuan disemua bidang.

Bidang Usaha Yang Dijalankan

UD Dika Arindra merupakan usaha yang dijalankan dalam bidang rumah potong ayam (RPA). Perusahaan UD Dika Arenda bekerja sama dengan perusahaan yang bersangkutan dan juga para peternak. Jenis usaha yang dijalankan meliputi penerimaan ayam siap potong berupa kemitraan dan juga hasil produksi berupa pemasaran daging kepada konsumen secara langsung baik konsumen rumah tangga, rumah makan, dan pasar lokal tanpa by product.

Usaha Dagang (UD) merupakan perusahaan perseorangan yang biasanya dilakukan atau dijalankan oleh satu orang pengusaha. Perusahaan perseorangan ini modalnya dimiliki oleh satu orang. Pengusahanya langsung bertindak sebagai pengelola yang kadangkala dibantu oleh beberapa orang pekerja. Pekerja tersebut bukan termasuk pemilik tetapi berstatus sebagai pembantu pengusaha dalam mengelola perusahaannya berdasarkan perjanjian kerja atau pemberian kuasa. Perusahaan perseorangan ini biasa disebut dengan one man corporation atau een manszaak (Sembiring, 2001).


BAB III MANAJEMEN AGRIBISNIS PADA PERUSAHAAN

Sistem Agribisnis Dan Subsistem Yang Dijalankan

Sistem agribisnis yang dijalankan perusahaan UD Dika Arenda, yaitu memiliki sistem dari hulu sampai hilir. Hal tersebut dikarenakan dalam sistem yang dijalankan dari perusahaan tersebut dimana tidak hanya menerima pemotongan ayam saja, melainkan juga dalam pemeliharaan DOC hingga panen siap potong dan dipasarkan, akan tetapi tidak adanya perlakuan dalam pengolahan limbah atau hasil samping lainnya.

Sistem dan usaha agribisnis dibangun padu-padan dengan sistem inovasi berdasarkan paradigma agribisnis. Pertama, walaupun berupa usaha keluarga skala kecil, usaha tani haruslah dipandang sebagai suatu komersial yang otonom, berorientasi pasar dan bertujuan untuk meraih sisa hasil usaha (laba) sebesar-besarnya. Kedua, keberadaan dan kinerja usaha tani amat atau bahkan terutama ditentukan oleh keberadaan kinerja usaha-usaha terkait, baik di segmen rantai hulu, yakni bidang usaha pengadaan dan penyaluran sarana dan prasarana usaha tani, pada segmen rantai hilir, yakni bidang usaha pengolahan dan atau pemasaran hasil-hasil usaha tani yang dijalankan, maupun pada segmen rantai sisi, yakni bidang usaha jasa fasilitator (misalnya usaha pembiayaan, transportasi, energi, komunikasi), dan infrastuktur penunjang (antara lain irigrasi, penyuluhan, pasar). Pengembangan usaha tani haruslah dilaksanakan padu-padan dan senergis dengan semua elemen yang terkait yang selanjutnya disebut sistem dan usaha agribisnis (Deptan, 2005).

Pengembangan sistem dan usaha agribisnis diarahkan untuk melakukan suatu proses transformasi struktur agribisnis dari pola dispersal menjadi pola industrial. Konsolidasi usahatani dan disertai dengan koordinasi vertikal diantara seluruh tahapan vertikal agribisnis dalam satu alur produk melalui mekanisme non-pasar, sehingga karakteristik produk akhir yang dipasarkan dapat di jamin dan disesuaikan dengan preferensi konsumen akhir (BPSMD, 2007).

Manajemen Pengoperasian dan Pengawasan Produksi

Tipe produksi yang dijalankan

Perencanaan dalam pembuatan suatu produk sangat diperlukan dalam suatu perusahaan agar produk yang dibuat dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, tipe produksi pada perusahaan UD Dika Arenda bersifat berkelanjutan. Maksud dari tipe produksi berkelanjutan, menurut Manullang (2004) merupakan tipe produksi yang dilaksanakan menggunakan input, proses dan output yang berjalan dalam satu rangkaian.

Perencanaan produksi

Perencanaan produksi yang digunakan adalah dengan menciptakan sebuah sistem kerja dimana terdapat SOP dan pembagian kerja yang jelas di setiap bagian. Pembuatan sistem ini bertujuan untuk memberi kelancaran dan kenyamanan saat bekerja serta lebih efektif dan efisien dalam waktu dan tenaga kerja.

Kendala masa produksi sampai pemasaran, seperti lokasi lokasi yang baru saja dipindahkan dengan alasan RPA dilarang berada di lingkungan pemukiman menyebabkan pasar berkurang karena pemindahan lokasi, selain itu harga beli ayam yang makin tinggi semakin menurunkan keuntungan perusahaan.

Perencanaan input tenaga kerja

Perencanaan input tenaga kerja di UD Dika Arenda dapat diketahui dengan jumlah tenaga kerja yang ada, telah diberi bagian-bagian sendiri. Puncak kekuasaan dipegang oleh pemilik perusahaan bernama Maryadi, lalu dibawahnya ada bagian bendahara, sekertaris, pengawas produksi, pengawas pemasaran serta bagian kontrol kualitas, lalu dibawah itu terdapat 22 pekerja. Tugas dari pemilik adalah pemberi keputusan untuk menggerakan perusahaan sehingga perusahaan dapat bergerak dengan baik. Bagian bendahara adalah sebagai pemegang dana baik dana masuk maupun keluar, sementara sekertaris adalah bertugas sebagai pencatat arus kas,pembuatan surat dan lain sebagainya. Pengurus sangat diperlukan dalam hal ini untuk mencegah terjadinya kecurangan serta kekacauan kinerja dilapangan oleh para pekerja dan peternak yang menyetor ayam untuk dipotong atau membeli daging.

Alur produksi

Alur proses produksi adalah dari mitra langsung dipotong lalu dijual dalam bentuk daging atau bisa juga peternak datang dengan membawa ayam hidup untuk dipotongkan. Pemilihan metode pemasaran UD.Dika arindra yang tepat yaitu menjamin kehalalan dan terbuka untuk menyembelih sendiri mendorong kepercayaan masyarakat untuk membeli daging pada perusahaan ini sehingga dapat maju hingga saat ini.

Pengawasan produksi

Menurut Manullang (2004), pengawasan produksi merupakan suatu kegiatan pengawasan yang dimulai sejak penyediaan bahan mentah sampai barang jadi yang bertujuan mengkoordinasikan semua unsur-unsur dalam proses produksi. Pengawasan produksi dilakukan untuk penggunaan barang modal seoptimal mungkin, berproduksi pada tingkat efisiensi dan efektifitas tinggi, efisiensi penggunaan tenaga kerja, penguasaan pasar, dan mengurangi labor turnover.

Berdasarkan hasil praktikum dapat diketahui bahwa pengawasan dilakukan dengan kamera CCTV. Menurut Drs. Martono, SU dan Dr. D. Agus Harjito (2010), pengelolaan persediaan yang baik merupakan kunci keberhasilan setiap perusahaan, baik perusahaan manufaktur maupun perusahaan dagang. Perusahaan manufaktur mempertahankan persediaan, baik persediaan bahan baku maupun persediaan bahan dagang setengah jadi dalam jumlah tertentu selama masa produksi. Pengelolaan persediaan secara baik memungkinkan penggunaan sumber daya dan penjadwalan produksi secara efisien.

Produk yang dihasilkan oleh perusahaan RPA ini adalah daging dan jasa pemotongan yang langsung disetorkan ke pasar atau pkonsumen datang untuk sekedar meminta jasa memotongkan ayam. Menurut bapak Maryadi pemotongan per hari di UD. Dika arindra sudah mencapai 1000 3kor per hari.

Manajemen Keuangan

Berdasarkan praktikum yang dilakukan di UD. Dika Arindra diperoleh data bahwa prusahaan telah memiliki NPWP dengan, tetapi ketika dialukan pertanyaan tentang rincian dana pada perusahaan maka pemilik enggan menjawab.pemilik hanya mengatakan meninggalkan dana secukupnya untuk biaya operasional lalu sisanya ditabung di bank. Berdasarkan pengamatan pada saat praktikum, aset yang dimiliki adalah gedung tempat operasional berjalan berjumlah 2, kandang ayam dengan kapasitas kurang lebih 1000ekor ayam dewasa, truk pengangkut yang berjumlah 3, alat potong ayam, plukker, serta pompa pendorong untuk memproses limbah cair yang ada.

Tabel 1. Rincian keuangan

Manajemen Pemasaran

Pasar Sasaran

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, pasar sasaran untuk penyaluran produk dari RPA baik berupa daging maupun sisa pemotongan di UD Dika Arenda adalah konsumen datang sendiri ke perusahaan. Konsumen tersebut antara lain pedagang ayam, pedagang daging, pihak restoran, pihak hotel, dan orang perseorangan. Konsumen diberi kebebasan dalam hal transaksi baik proses pemotongan maupun pembelian ayam. Pembelian ayam di RPA Dika Arenda tidak dibatasi jumlah ayam. Walaupun konsumen ingin membeli satu ayam kemudian dipotong sudah pasti akan dilayani. Menurut Lubis (2004), bahwa menentukan pasar sasaran atau target pasar sangatlah penting. Adanya konsumen yang terlalu heterogen, maka perusahaan perlu mengelompokkan pasar menjadi segmen-segmen pasar, lalu memilih dan menetapkan segmen pasar tertentu sebagai sasaran. Adanya hal tersebut maka perusahaan akan terbantu untuk mengidentifikasi peluang pasar dengan lebih baik.

Strategi Pemasaran

Dalam beberapa waktu belakang ini usaha rumah potong ayam semakin diminati.selain karena mudah juga dapat mendatangkan keuntungan yang menggiurkan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada PT adijaya didapat keterangan bahwa persaingan pasar dalam usaha rumah potong ayam semakin ketat karena banyak rumah potong hewan yang bermunculan. Strategi perusahaan ini adalah dengan mengutamakan kehalalan serta transparansi proses dalam perusahaan tersebut, baik dari keadaan ayam hidup, cara pemotongan hingga transport sehingga konsumen dapat percaya keamanan dan kehalalannya dan konsumen pun tidak beralih kepada rumah potong ayam lain.

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, terdapat strategi dalam pemasaran yang dilakukan oleh UD Dika Arenda yaitu strategi harga dan strategi penyaluran. Strategi harga yang dilakukan adalah dengan menawarkan harga lebih murah dari harga pasar. Jika harga daging di pasaran mencapai 35 ribu rupiah, maka UD Dika Arenda dapat menjualnya dengan harga 31 ribu rupiah. Strategi penyaluran atau distribusi yang dilakukan di UD Dika Arenda adalah dengan memberi fasilitas angkutan berupa truk untuk distribusi daging ke restoran atau hotel. Lubis (2004) menjelaskan bahwa unsur atau variabel bauran pemasaran (Marketing mix) meliputi strategi produk, strategi harga, strategi penyaluran atau distribusi, dan strategi promosi. Strategi produk meliputi jumlah barang atau jasa yang akan ditawarkan perusahaan, pelayanan khusus yang ditawarkan perusahaan guna mendukung perjualan barang dan jasa, dan bentuk produk yang ditawarkan.


Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, perusahaan UD Dika Arenda memiliki manajemen agribisnis yang baik, mulai dari manajemen produksi, manajemen proses produksi, hingga manajemen pemasaran. Higienitas lokasi masih perlu ditingkatkan.

Saran

Kebersihan tempat proses produksi lebih ditingkatkan lagi agar visi dan misi perusahaan benar-benar tercapai. Halal methods memang mutlak perlu dilakukan, tetapi kebersihan tempat produksi juga harus diperhatikan.

baca juga : Laporan Praktikum Ilmu Hijauan Makanan Ternak Acara Pertumbuhan Tanaman


DAFTAR PUSTAKA

Badan Litbang Deptan. 2005. Rancangan Dasar Prima Tani. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. Jakarta.

Badan Pembinaan Sumberdaya Manusia Deptan. 2007. Pedoman Uum Pelaksanaan FEATI. Badan Pembinaan Sumberdaya Manusia Deptan. Jakarta

Jihan. 2013. Struktur Organisasi dan Deskripsi Tugas. Aplikasi Bisnis Teknologi dan Informasi.

Kennedy, Jhon E & R. Dermawan Soemanagara. 2006. Marketing Comunication. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.

Lubis, A. N. 2004. Strategi Pemasaan dalam Persaingan Bisnis. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Manullang, M. 2004. Dasar-Dasar Manajemen. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Sentosa Sembiring, Hukum Dagang, (Bandung : PT.Citra Aditya Bakti, 2001), hal.18